10 Kesalahan Besar dalam Parenting yang Harus Kamu Tahu
Kategori: Parenting

Kesalahan Besar dalam Parenting – Kesalahan besar dalam parenting dibuat atas dasar demi cinta. Ya, cinta terhadap buah hati memang bisa membuat orang tua tidak berpikir dua kali atas tindakannya, mungkin termasuk kamu. Mungkin saja kamu berpikir bahwa semua tindakanmu akan membuat mereka tumbuh sebagai pribadi yang baik meski harus menggunakan kekerasan.

Padahal mendidik dengan kekerasan sudah tidak cocok dilakukan. Nah, ada baiknya kamu mengetahui kesalahan tersebut agar dapat segera dihentikan dan diperbaiki.

10 Kesalahan Besar dalam Parenting

Memberi Penilaian Berlebihan   

Pernahkah kamu menyadari bahwa ungkapan seperti “kamu satu-satunya yang tercantik di dunia” merupakan hal yang kurang baik? Mungkin kamu berpikir bahwa hal tersebut dapat menambah rasa percaya dirinya. Tapi penilaian berlebihan dapat membuatnya menumbuhkan sifat narsis dan sombong.

Menunjukkan betapa berharganya si buah hati memang boleh. Tinggal kamu pintar-pintar menyeimbangkannya.

Menghindari Topik Tak Nyaman

Tidak mudah memang membicarakan tema-tema sensitif seperti seks dan sejenisnya dengan anak. Banyak orang tua yang memilih menghindarinya dan mencari topic lain. Ada pula yang justru bersikap overreacted ketika anaknya yang mulai remaja penasaran soal itu.

Kamu tidak perlu bersikap berlebihan ketika anak tertarik tentang bab tersebut. Itu wajar kok. Justru kalau mereka tidak mendapatkan penjelasan darimu bukan tidak mungkin semakin membuat mereka penasaran. Jangan kaget ya kalau kamu akan lebih cepat menjadi kakek-nenek.

Menakut-nakuti

Kamu mungkin mengira bahwa dengan mengatakan hal buruk akan terjadi bila anak tidak menurut akan membuat mereka patuh. Ini hanya mempan saat kamu ada di sekitarnya. Saat dia berada jauh dari jangkauan, rasa penasaran tersebut akan semakin membumbung tinggi.

Lagipula, menakut-nakuti anak akan membuat mereka tumbuh menjadi anak yang terlalu takut mengambil risko dan terlalu tergantung pada orang lain. Para ahli mengungkap bahwa ketika orang merasa takut, mereka cenderung lebih sedikit berpikir. Hal tentu membuat mereka kesulitan memecahakan masalahnya sendiri.

Terus Bertanya-tanya soal Kebiasaan Buruk Anak

Dari mana kebiasaan buruk anak muncul? Jawabannya tentu dari orang tua. Jadi kurang bijak rasanya kamu protes ke anak mengenai hal-hal buruk yang dilakukannya. Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak akan menyerap nilai lebih banyak dari orang tua ketimbang dari lingkungan lain.

Memang, lingkaran pergaulan juga turut membentuk karakter anak. Tapi contoh utama dia peroleh dari rumah. Jangan kaget jika kamu mendengar anak mengumpat saat sedang merasa sebal karena kamu juga melakukannya.

Membuat Anak Menuruti Orang Tua dengan 9 Tips Keren Ini

10 Kalimat Ajaib untuk Mengatasi Anak Menangis Tanpa Sebab

Mengharapkan Sesuatu secara Berlebihan pada Anak

Wajar jika orang tua ingin anaknya unggul. Tapi menuntutnya untuk juara dalam segala hal adalah hal yang mustahil. Jika kamu saja tidak bisa melakukannya, kenapa harus anak yang menebusnya? Jangan bebani mereka dengan seabrek tujuan dengan dalih demi kebaikan mereka.

Bukannya memotivasi, tuntutan dan harapan yang berlebihan hanya akan membuat anak stres. Tekanan ini bisa juga membawa dampak lain seperti insomnia, sakit, kehilangan nafsu makan, bahkan kehilangan semangat hidup.

Selalu Membentak

Semakin kamu membentaknya, semakin buruk kelakukannya. Tidak ada yang bisa kamu perbaiki dengan bentakan. Mungkin kamu merasa kalau dengan membentak, kelakuan buruk anak akan berhenti dalam hitungan detik. Tapi coba tebak apa yang bisa diakibatkannya? Anak akan mudah cemas dan depresi. Emosinya juga mungkin akan terganggu. Yakin keadaan ini yang kamu mau untuk anak?

Tidak Konsisten                          

Kesalahan besar dalam parenting selanjutnya adalah bersikap plin-plan. Kadang kamu membolehkan anak melakukan sesuatu, tapi kadang juga melarangnya. Hal ini akan membuatnya bingung menentukan keputusan.

Buatlah aturan yang jelas dan mudah dipahami. Misalnya setelah bermain, tentukan siapa yang harus memberekan mainan. Jika anak yang harus memberekannya, kamu tidak boleh melakukannya. Anak perlu diberi aturan yang jelas.

Membandingkan Anak

Bukannya memotivasi anak untuk lebih baik dalam hal tertentu, membandingkan anak dengan anak lainnya justru akan membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Selain itu, sikap ini akan menciptakan gap antara orang tua dan anak. Mereka seolah memberi jarak karena mengira kamu tidak menyayangi mereka.

Alih-alih membandingkan mereka, lebih baik kamu langsung membahas masalah apa yang terjadi dan mencari penyelesaiannya dengan mereka.

Menampar dengan Dalih Mendisiplinkan

Tidak ada rumus yang mengatakan bahwa melakukan kekerasan fisik dapat membuat anak menjadi lebih disiplin. Kamu justru sedang menciptakan luka baru dan akan sulit disembuhkan. Selain itu, anak sangat mungkin mencari pelampiasan seperti obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol dengan harapan dapat melupakan apa yang mereka alami. Beban mental mereka juga akan lebih berat akibat perasaan tidak disayangi dan tidak diinginkan.

Mendikte Anak

Memberitahu apa yang harus dilakukan anak dan cara melakukannya mungkin terlihat wajar. Tapi ternyata hal ini juga tidak baik. Anak menjadi kesulitan mengeksplor kreativitas dan hanya akan “bergerak” jika kamu memintanya.

Selain itu, mereka juga akan kesulitan mengatur emosi karena seakan semuanya kamu kontrol. Lama-lama, anak jadi akan terlalu bergantung pada orang tua dan manja.

Ternyata banyak juga ya kesalahan besar dalam parenting. Meski begitu, yakinlah semua dapat diperbaiki. Yuk, lakukan yang terbaik demi masa depan buah hati.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *