Cara Membangun Percaya Diri Anak yang Harus Ditanamkan Sejak Dini
Kategori: Parenting

Membangun Percaya Diri Anak – Pasti sangat menyenangkan jika anak tumbuh penuh rasa percaya diri. Anak dengan percaya diri tinggi kemungkinan besar akan lebih mudah berteman, mencoba hal baru, dan berkembang. Karena tidak bisa dimiliki secara instan, kamu perlu mencari cara membangun percaya diri anak. Sifat ini hadir dari rasa kompeten.

Anak yang percaya diri butuh persepsi positif dan realistis akan kemampuannya. Ini muncul dari pencapaian besar dan kecil. Setiap perkataan yang kamu tujukan padanya akan mengembangkan rasa percaya dirinya, terutama jika kamu melihat kemampuan dan usahanya.

10 Cara Membangun Percaya Diri Anak

Beri Tahu Bahwa Dia Dicintai

Tentu saja setiap orang tua mencintai anaknya. Tapi apakah anak sudah merasa dicintai? Padahal sangat penting lo untuk anak tahu bahwa kamu mencintai dan menerima kehadiran mereka. Jangan dulu putus asa karena kamu pernah berteriak pada anak atau memarahinya. Tidak ada orang tua yang sempurna. Memeluk anak, mengaku menyesal, dan mengatakan betapa kamu mencintainya sangat penting. Jangan malu karena semua orang bisa melakukan kesalahan.

Berikan Pujian Jika Perlu

Sangat penting untuk memberi pujian atau umpan balik karena anak-anak terutama usia dini mengukur pencapaian mereka dengan apa yang kamu pikirkan. Jika mereka memang menunjukkan bakat dan usaha, hadiah atau minimal pujian akan berarti.

Tapi, sebaliknya kamu juga harus tetap membesarkan hati mereka dengan mengatakan bahwa tidak masalah jika apa yang mereka lakukan tidak berjalan dengan baik. Tekankan bahwa kadang mereka harus mengulangi usahanya dengan lebih baik.

Bantu Anak Realistis pada Tujuan

Cara membangun percaya diri anak yang satu ini seringkali disalahartikan. Memberitahu realita bukan berarti membuat mereka berhenti menggapai mimpi yang lebih tinggi. Membuat mereka realistis sangat penting untuk mencegah rasa gagal.

Memberi Contoh Mencintai Diri dan Berpikir Positif

Cintai diri sendiri sebelum kamu mengajari mereka cara mencintai diri mereka sendiri. Kamu bisa memberi teladan dengan menghadiahkan diri sendiri sesuatu ketika kamu meraih pencapaian. Beritahu anak dan rayakan bersama mereka. Ceritakan semua usaha yang kamu lakukan untuk meraihnya. Dalam saat yang bersamaan kamu dapat mengingatkan anak mengenai kemampuan yang bisa mereka gunakan untuk meraih target.

Ajarkan Ketahanan

Tidak ada orang yang selalu sukses dalam segala hal. Akan ada kemunduran, kegagalan, kritik, dan luka. Siapkan anak untuk menerima semua itu. Yakinkan dia bahwa begitulah manusia berproses. Yang paling penting adalah kemuannya untuk bangkit kembali.

Saat anak menyadari dia tengah jatuh, inilah momen yang tepat untuk menunjukkan dukungan. Kalimat seperti “Tidak apa-apa, besok kita coba lagi” atau “Semangatlah” bisa membuatnya kuat. Kesuksesan yang diraihnya setelah mengalami kegagalan juga akan lebih mengena.

10 Kalimat Ajaib untuk Mengatasi Anak Menangis Tanpa Sebab

Penting! Mencegah Anak Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual

Tanamkan Kebebasan dan Petualangan

Yang namanya anak pasti ingin merasakan kebebasan. Sayangnya beberapa orang tua membatasi anak secara berlebihan karena enggan mengambil risiko. Padahal, kebersediadaan orang tua dalam member ruang pada anak akan membuatnya tumbuh percaya diri.

Kurangi mengatakan “jangan”. Jika apa yang ingin mereka lakukan terlalu berisiko, orang tua bisa mendampingi.

Orang tua memang harus mengenalkan risiko sedari kecil. Tapi bukan berarti menakut-nakuti kan?

Mengenalkan Aktivitas Fisik atau Olahraga

Jangan ikat anak berdasarkan gender ketika melakukan kegiatan fisik atau olahraga. Bukan hal yang salah jika anak laki-laki belajar menari atau anak perempuan ingin letihan beladiri. Semua kegiatan fisik tersebut sangat bermanfaat bagi raga dan jiwa anak.

Mereka juga akan belajar menghargai tubuhnya, memperbanyak teman, dan meningkatkan kemampuan motorik serta keterampilannya. Orang tua juga akan mendapati anak lebih bugar dan percaya diri saat melakukan kegiatan fisik yang mereka sukai.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan membuat mereka mengatasi kelemahan dan meningkatkan kemampuan.

Dukung Perjuangan Mereka Meraih Mimpi

Orang tua harus yakin bahwa setiap anak punya potensi dalam satu hal. Ketika mereka menemukannya, hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mendukungnya. Meskipun kalau apa yang mereka sukai tidak membuat orang tua tertarik. Selama yang mereka inginkan masih dalam batas normal, itu patut dihargai.

Terapkan Peraturan dan Konsisten

Anak harus tahu apa peraturan yang orang tua terapkan di rumah. Dengan memahaminya, dia akan lebih percaya diri saat melakukan sesuatu karena tahu batasnya. Yang perlu diingat, anak hanya akan tetap dalam jalur “aman” saat tahu orang tua sangat konsisten dalam menegakkannya.

Dengan demikian, mereka bisa menolak secara tegas ketika ada teman yang mengajaknya keluar jalur.

Mengajari Cara Berhubungan dengan Orang Lain

Keyakinan dalam menjalin hubungan merupakan kunci keberhasilan mempertahankannya. Ketika anak masih kecil, ada baiknya orang tua mengajarkan cara memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang. Saat dia melakukan kesalahan pada orang lain, orang tua hendaknya menyadarkannya. Bukan malah membelanya. Jika orang tua selalu melindunginya, dia tidak akan tahu dirinya salah.

Bagaimana, sudah siap mempraktikkan cara membangun percaya diri anak di atas? Yuk, mulai sedini mungkin.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *