Dari Ahli, Ini 8 Cara Membuat Rumah Tangga Bahagia Paling Ampuh
Kategori: Relationship

Membuat Rumah Tangga Bahagia – Siapa pun pasti akan berharap memiliki kehidupan rumah tangga yang selalu bahagia seperti saat menggelar pesta pernikahan. Tapi menjadi pasangan suami istri dan hidup bersama bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi tidak salah jika orang mencari cara membuat rumah tangga bahagia. Semua butuh usaha, Sayang. Karena itu, HanHannah.id mencarikan tips paling yahud buat kamu yang sedang berjuang menjaga kebahagiannya rumah tangga.

8 Cara Membuat Rumah Tangga Bahagia

Tips berikut ini dikutip dari Oprahmag.com. Kamu yang sudah berumah tangga atau sedang dalam ikatan bisa banget mencobanya.

Pahami Bahwa Pasangan Bahagia Juga Bertengkar

Fakta yang harus kamu terima adalah tidak ada pernikahan yang selalu bahagia. Psikolog Erica McGregor menulis bahwa semua hubungan memiliki masa pasang dan surut. Yang paling penting, ketika pertengkaran terjadi, pasangan seharusnya mendengarkan masing-masing pendapat, mengenali kapan pertengkaran terjadi, dan memperbaikinya.

Kalau kata Terapis Keluarga dan Pasangan Dr. Juliana Morris, beberapa pasangan bahagia pernah mengalami masa-masa terburuk. Jadi, pertengkaran dalam rumah tangga tidak menjadikan mereka masuk kategori tidak bahagia. Intinya, semuanya normal.

Fokus pada Kekuatan Masing-masing

Memang tidak mudah menerima kesalahan di masa lalu, bahkan kamu mungkin membencinya. Tapi percaya deh, kamu perlu menerima kekurangan dan kelebihan pasangan dan mampu menentukan harapan yang realistis. Demikian kata Ellen Chute, LSMW. Misalnya, kamu lebih pandai berhitung. Jangan marah ketika suami membuat kekeliruan. Kan mending kalau kamu saja yang mengerjakan tugas itu. Sebaliknya, kalau suami yang lebih jago masak, kamu tinggal membuat daftar menu biar dieksekusi suami.

Tips ini sejalan dengan pendapat Suzanne Pileggi Pawelski, penulis Happy Together, yang mengatakan penempatan kekuatan yang tepat dalam rumah tangga akan membuat kesejahteraan lebih baik. Setuju banget ya?

Jangan Mengharapkan Pasangan untuk Melengkapi

Kalimat “kamu melengkapiku” yang sering ada di film-film mungkin romantis. Tapi tidak cocok di dunia nyata. Menurut Pawelski, jika kamu bersandar pada pasangan untuk melengkapi, dikhawatirkan akan menimbulkan over-dependent relationship. Jadinya kurang bisa hidup mandiri.

Pasangan bahagia seharusnya “menambah” bukannya “melengkapi”. Kamu seharusnya menjadi kuat, dewasa, dan utuh selama terbuka pada pasangan. Bukan malahan rapuh ketika ditinggal dan kuat ketika dirangkul. Jadi, alangkah baiknya jika kamu tetap mempertahankan keinginan dan ketertarikan pribadi seperti ikut kelas, menjalani hobi, dan bersenang-senang dengan teman.

7 Tips Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrahmah yang Didambakan

Sst! Tidak Selalu Soal Seks, Berikut Ini Cara Menambah Keintiman Suami Istri

Bersenang-senang Bersama

Sementara menjadi pribadi yang mandiri itu penting, menghabiskan waktu bersama pasangan tidak kalah utama. Melakukan aktivitas menyenangkan bersama-sama akan menambah erat bonding suami istri.

“Pasangan yang bahagia memiliki semangat untuk hidup bersama satu sama lain,” kata Morris. Selain itu, meluangkan waktu bersama-sama juga membuat kamu dan suami lebih memahami satu sama lain. Jadi, jangan ragu untuk mengajaknya bergembira.

Jadilah Pasangan yang Menarik

 Cara membuat rumah tangga bahagia selanjutnya adalah menjadi menarik. Saat kamu menginginkan dia menjadi pasanganmu pasti karena berpikir dia menarik kan? Nah, begitu pun sebaliknya. Di matanya, kamu menarik. Masalahnya, pesona seseorang bisa saja pudar. Karena itu, kamu perlu melakukan usaha-usaha untuk mempertahankannya.

Tampil cantik itu perlu. Jangan khawatir menghamburkan uang, banyak alternatif cara yang bisa dilakukan seperti melakukan perawatan sendiri. Selain fisik, kamu perlu memelihara “kecantikan” emosimu. Cobalah hilangkan perilaku buruk agar pesonamu kian terpancar.

Tertawa Bersama

Hidup sudah susah. Dengan tertawa kamu bisa sedikit santai menghadapi kesulitan hidup. Morris menyarankan pasangan untuk menemukan tawa dalam susah maupun senang. Kamu bisa menyelipkan humor saat ngobrol, mengirim pesan lucu, menonton film komedi bersama, atau apa saja yang bisa memancing gelak tawa. Katanya, tertawa bersama bisa membuat pertalian hubungan makin erat.

Bersikap Baik

Sangat penting untuk memahami dan menghormati pasangan, kata MacGregor. Jika kamu tipe orang yang mudah mengkritik dan men-judge, biasanya akan berakhir dengan kebencian. Jadi, pertahankan atmosfir bahagia dalam pernikahan. Hindari juga menyerang pribadi pasangan saat kamu marah.

Tahan diri untuk mengeluarkan kata kasar ketika menyuruhnya melakukan sesuatu misalnya memakai kata “pemalas”. Kamu bisa mengganti kalimatnya dengan, “Sayang, makan malam sudah siap, nanti bantuin cuci piring ya?” Enak didengar kan?

Rayakan Tiap Momen Meski “Sepele”

Kebanyakan pasangan hanya ingat untuk “ada” ketika pasangannya mengalami hal berat. Kata Pawelski, seharusnya pasangan juga hadir saat merayakan momen bahagia. Menurutnya, momen bahagia justru terjadi lebih banyak ketimbang masa buruk. Momen yang banyak ini lebih sering terlupakan.

Mulai sekarang, cobalah focus pada apa yang sedang dikerjakan pasangan. Jangan segan ikut berbahagia ketika dia sedang mengalami hal-hal yang menyenangkan. Ajak keluar untuk menikmati makanan kesukaannya barangkali bisa kamu pertimbangkan.

Pawelski percaya bahwa cara membuat rumah tangga bahagia juga tentang saling mengapresiasi dan menerima perubahan. Pasangan harus punya keinginan untuk tumbuh dan beradaptasi untuk menghadapi segala kemungkinan. Kalau menurut kamu gimana nih?

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *