Hak Anak di Rumah yang Seharusnya Dipenuhi Orang Tua, Apa Saja?
Kategori: Parenting
bermain juga hak anak di rumah

Hak Anak di Rumah – Secara umum, hak anak di rumah tidak jauh dari curahan kasih sayang orang tua. Tapi bukan cuma itu. Orang tua harus menyampaikan secara rinci apa saja hak mereka di rumah. Tidak benar jika anak hanya dibebani kewajiban tanpa tahu apa saja haknya.

Hak dan kewajiban anak di rumah ini perlu dipahami baik oleh orang tua maupun anak. Semua ini demi tumbuh kembang yang optimal si kecil. Lalu apa saja hak anak yang harus dipenuhi orang tua?

Hak Anak di Rumah

Paling tidak, ada 6 (enam) hak anak yang harus ditunaikan orang tua di rumah. Apa saja kira-kira?

Hak Mendapat Makan dan Minum Bernutrisi dan Sehat

Setiap anak berhak mendapat makanan dan minuman yang bergizi dan menyehatkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan kemampuannya. Ingat anjuran ASI eksklusif 6 bulan? Hal itu merupakan hak anak pada masa awal kehidupannya.

Memang terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan hak ini tidak terpenuhi. Tapi tentu setiap orang tua sudah mempertimbangkan baik buruknya.

Memberi makanan bergizi dan sehat dilanjutkan saat anak memasuki masa MPASI. Makanan pendamping ASI ini hendaknya dibuat dari bahan pilihan supaya anak sehat. Lepas dari MPASI, orang tua juga harus menyediakan makanan bergizi dan sehat untuk anak.

Hak untuk Mendapat Perlindungan dan Keamanan dari Kekerasan

Anak rentan menjadi sasaran pelaku kejahatan. Oleh karena itu, orang tua harus senantiasa melindungi anak. Bukan cuma harus dilindungi dari niat buruk orang lain, anak juga harus aman dari kekerasan orang tua.

Kekerasan tidak selamanya berbentuk fisik, kekerasan verbal juga tidak seharusnya didapat anak. Anak berhak aman dari hal-hal demikian. Jangan jadikan alasan mendidik untuk membenarkan pukulan atau tamparan. Tradisi itu sudah lama ditinggalkan dan terbukti tidak efektif. Cobalah menjadi orang tua yang bijak tanpa harus menyakiti.

Hak untuk Mendapat Pendidikan dan Bimbingan yang Layak

Mendapat akses pendidikan menjadi hak anak di rumah selanjutnya. Anak berhak mengenyam pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selama di rumah, anak juga berhak mendapat bimbingan belajar. Sebisa mungkin orang tua membantu anak belajar atau paling tidak mendampingi.

Agar proses ini berjalan lancar, kewajiban anak di rumah adalah belajar dengan baik. Orang tua juga harus menngingatkan anak untuk memenuhi kewajibannya.

Lalu, bagaimana jika dari sisi financial orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak? Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pemerintahlah yang bertanggung jawab dengan memberi biaya bantuan.

Tips Mengatasi Stres Anak dengan Play Therapy, Sudah Tahu?

4 Cara Memilih Mainan Anak Perempuan Murah dan Asyik

Hak Anak untuk Bermain dan Berkreativitas

Banyak orang tua yang melarang anaknya bermain karena khawatir akan mengganggu fokus belajar. Padahal, bermain adalah salah satu hak anak. Bermain juga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar. Jadi, ini tinggal kreativitas orang tua agar sesi bermain anak lebih bermanfaat.

Ada baiknya orang tua memilih mainan edukatif untuk lebih merangsang otak serta motorik anak. Tidak harus memilih mainan mahal. Kamu bisa memilih jenis mainan yang terjangkau seperti puzzle, lego, atau bermain peran.

Karena momen bermain bisa mengasah kreativitas anak, orang tua juga hendaknya mendampingi. Meluangkan waktu untuk bermain pasti akan menjadi memori yang terus diingat oleh anak. Hal ini menjadi salah satu cara menyampaikan kasih sayang orang tua.

Anak Berhak Mendapat Kesejahteraan Hidup

Kesejahteraan yang dimaksud di sini adalah hidup nyaman, tenteram, dan tidak mengalami kesulitan. Hal yang bisa dilakukan orang tua adalah memberinya pakaian layak, uang saku sebagai bekal di sekolah, menghindari pertengkaran di rumah karena tidak baik untuk psikologis anak, dan pergi berlibur.

Anak Berhak Mendapat Akses Kesehatan yang Layak

Hak ini meliputi memperoleh imunisasi, makanan bernutrisi, akses ke posyandu atau fasilitas kesehatan lain. Pemeriksaan gigi 6 bulan sekali juga termasuk salah satu hak anak. Ketika anak susah makan dan berpotensi membuatnya sakit, orang tua harus bertindak cepat dengan membawanya ke dokter.

Untuk anak yang telah memasuki fase remaja, dia berhak mendapat layanan kesehatan reproduksi. Pada usia ini mungkin akan ada perubahan perilaku anak. Orang tua hendaknya sabar menghadapinya. Meskipun begitu, hak dan kewajiban anak di rumah harus tetap didiskusikan.

Anak memang harta tidak bernilai. Oleh karena itu, tidak sembarangan dalam membesarkannya. Tanggung jawab yang besar ini seharusnya membuat orang tua selalu berhati-hati. Jangan takut, kamu tidak akan merasa berat jika menjalaninya dengan ikhlas dan sabar.

Jadi, sudah paham kan apa saja hak anak di rumah? Jangan sampai mengorbankan hak mereka dengan dalih demi kebaikan ya. Anak juga perlu dihargai.

Tags: , ,