Hati-Hati Obesitas, Tips Menghentikan Kebiasaan Anak Makan Manis
Kategori: Parenting

Menghentikan Kebiasaan Anak Makan Manis – Namanya juga anak-anak, pasti suka yang manis-manis. Makanan manis seperti permen, cokelat, dan kue juga selalu menjadi pilihan oleh-oleh yang tidak pernah mereka tolak. Tapi kalau keterusan juga tidak baik ya. Oleh karena itu, kamu perlu menghentikan kebiasaan anak makan manis.

Makan makanan manis atau sugar craving memang membuat anak-anak senang tapi meninggalkan kekhawatiran untuk orang tua. Kekhawatiran ini semakin bertambah jika anak sudah berlebihan mengonsumsnya. Kalau sudah “kecanduan” biasanya akan sulit diminta berhenti.

Mereka belum tahu kalau terlalu banyak makan makanan manis tidak baik untuk tubuh. Risiko-risko seperti obesitas, sakit gigi, dan membuat gizi tidak seimbang mengancam anak-anak.

Mau tidak mau orang tua harus ikut campur untuk menghindarkan anak dari berbagai risiko di atas. Tapi paling tidak, orang tua harus membatasi konsumsi makanan manis agar gizi mereka bisa seimbang.

Berikut ini beberapa tips menghentikan konsumsi makanan manis.

7 Tips Menghentikan Kebiasaan Anak Makan Manis

Kurangi Porsi Makanan Manis secara Perlahan

Rasanya hampir mustahi ya meminta anak berhenti makan makanan manis sama sekali. Oleh karena itu, kamu bisa mengurangi porsinya secara bertahap.

Tidak apa-apa membiarkan si kecil menikmati makanan manis tapi pastikan jumlahnya lebih sedikit. Jika dia suka makan satu potong kue manis setiap hari, kamu bisa menguranginya menjadi setengah potong saja.

Kamu juga dapat mengulur waktu dengan membuat perjanjian tertentu. Misalnya, si kecil hanya boleh makan cokelat pada akhir minggu. Tandai hari tersebut dengan stiker bergambar cokelat agar lebih seru.

Pakai Pemanis Alami

Kebanyakan makanan yang disukai anak adalah makanan yang mengandung pemanis buatan. Nah, inilah yang bikin tidak sehat. Kamu bisa mengganti pemanis ini dengan yang alami. Kamu jadi lebih tenang kan?

Buah-buahan dapat menjadi salah satu alternatif makanan manis yang menyehatkan. Selain bercita rasa manis, buah-buahan mengandung nutrisi berikut serat yang dibutuhkan anak. Ada banyak jenis buah yang bisa kamu coba kenalkan. Biar lebih menarik, kamu bisa membentuknya menjadi bentuk-bentuk lucu.

Beraktivitas Fisik Rutin secara Rutin

Kamu mungkin tidak menyangka kalau aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat menjauhkan si kecil dari makanan manis. Mau tahu kenapa? Jadi begini, ketika anak bergerak, otak akan menghasilkan endorphin. Hormon ini juga dihasilkan ketika anak makan makanan manis.

Dengan begitu, dia akan merasa sugar craving-nya telah terpenuhi meski tanpa makan makanan manis. Bukan cuma itu, beraktivitas fisik bisa mengecoh pikirannya dari rasa lapar serta membantu tubuhnya menyerap gizi dengan lebih baik.

Jangan Frustrasi, Ini 7 Tips Membuat Anak Suka Sayur

Baik untuk Pertumbuhan, Bagaimana Tips Agar Anak Suka Ikan?

Jangan Lewatkan Jam Makan

Keinginan untuk makan makanan manis bisa saja diakibatkan dia sedang merasa lapar. Coba perhatikan saat kenyang, dia enggan makan meskipun itu makanan manis kesukaannya. Jadi, penting untuk selalu mengisi perutnya.

Cara menghentikan kebiasaan anak makan manis adalah dengan memperbaiki waktu makannya. Kamu bisa membiasakan anak untuk makan setiap 4-6 jam sekali. Hal ini bertujuan untuk mencegah anak merasa lapar. Tapi, perhatikan porsinya ya. Jangan sampai dia kekenyangan.

Cukup Tidur

Menjaga anak cukup tidur sangat penting. Selain untuk membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan, tidur cukup dapat menjauhkan anak dari makanan manis. Kalau anak cukup istirahat, dia akan merasa sehat serta berenergi.

Artinya, tidur cukup dapat membuat anak jauh dari rasa lapar berlebihan. Ketika dia bersemangat dan tidak lapar, dia tidak akan melahap makanan manis.

Batasi Mengonsumsi Minuman yang Manis

Kamu jangan hanya fokus pada makanan dengan pemanis. Minuman juga tidak boleh dilewatkan. Banyak kan minuman yang diberi tambahan pemanis buatan yang tidak baik untuk kesehatan anak. Beberapa jenis minuman yang harus kamu waspadai adalah bubble tea dan minuman ringan.  

Hayo, siapa yang suka membelikan anak minuman kekinian seperti itu? Kandungan gula sintetisnya cukup berbahaya lo. Bukannya 100 persen tidak boleh. Tapi, kamu perlu menekan rem agar tidak berlebihan.

Kamu bisalo menciptakan tren sendiri dengan membuat minuman manis sehat yang disukai anak. Eh, jangan lupa mengonsumsi air putih juga ya.

Jangan Jadikan Makanan Manis sebagai Hadiah

Wajar memang jika orang tua memberikan hadiah untuk keberhasilan anak mengerjakan sesuatu. Tapi cobalah untuk tidak menjadikan cokelat atau permen sebagai hadiah. Agar perubahan kebiasaan ini sukses, kamu bisa bicara pada orang-orang yang sering menghadiahkan makanan manis pada mereka seperti kakak-nenek atau om-tantenya.

 Yap, kamu butuh kerjasama untuk menghilangkan kebiasaan itu. Ingat, membuatnya mengurangi makanan manis yang notabene disukai anak-anak itu sulit lo. Kamu tidak bisa bergerak seorang diri.

Itulah 7 cara menghentikan kebiasaan anak makan manis. Yuk, biasakan anak makan makanan yang lebih sehat untuk investasi kesehatan yang lebih baik.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *