Mari Menjadi Orang Tua Bijak untuk Anak dengan 8 Cara Ini
Kategori: Parenting

Menjadi Orang Tua Bijak – Memang tidak ada rumus pakem mengenai cara menjadi orang tua bijak untuk anak. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa menemukan gaya yang tepat. Ketika kamu menemukan kesalahan dalam parenting, belum terlambat kok kalau mau memperbaikinya. Penasaran dengan gaya parenting yang lebih baik untuk anak? Yuk simak!

8 Cara Menjadi Orang Tua Bijak untuk Anak

Terlibat Langsung

Menjadi orang tua tidak cukup lo dengan hanya menjadi penjaga anak atau bendahara. Anak butuh kasih sayang ketimbang kucuran uang. Pembelajaran soal hidup juga harus kamu ajarkan. Jangan hanya menjejali mereka dengan kenyamanan dan membebankan pendidikan karakter mereka pada guru di sekolah. Ingat, pengasuhan yang tepat berawal dari rumah.

Tahan Bentakan dan Pukulan

Jika dulu kamu dan pasangan tidak segan membentak atau memukul anak ketika mereka nakal, saatnya berubah. Bukan serangan fisik atau intimidasi verbal yang akan mendisplinkan anak. Mereka mungkin akan langsung menjadi penurut setelah kamu menampar. Tapi sedikit demi sedikit mereka akan kehilangan rasa percaya dan merasa tidak lagi disayangi.

Bukan anak-anak namanya jika tidak nakal. Selama masih wajar, kamu tidak perlu khawatir. Kalaupun kenakalannya tergolong parah, sebaiknya jangan pilih hukuman fisik atau membentak untuk menyadarkan anak.

Belajarlah mengedalikan ledakan kenakalan anak dengan perilaku yang lebih masuk akal. Contohnya, jika dia merusak mainan saudaranya kamu bisa menyita mainan favoritnya. Dia bisa mendapatkannya kembali hanya jika dia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Ketika dia melakukannya, jelaskan mengapa tindakannya salah dan tidak seharusnya dia merusak kepunyaan orang lain.

Beri Alasan setiap Perintah

Anak-anak tidak akan mengerti dari setiap aturan orang tua bahkan yang paling sederhana seperti “tidur jangan terlalu malam” tanpa kamu jelaskan alasannya. Orang tua sebaiknya menguraikan alasan sehingga mereka mengerti.

Hindari kalimat seperti “karena mama/papa bilang begitu” atau “jangan tanya kenapa. Lakukan saja perintah mama/papa”. Kalimat tersebut bisa menjadi teladan yang salah. Kamu harus menyadari bahwa anak-anak akan cenderung menolak sesuatu karena mereka tidak paham.

Susun Aturan Usai Berdiskusi

Meski masih belia, anak-anak tetaplah seorang pribadi yang patut kamu dengarkan pendapatnya. Jangan lantas membuat aturan yang harus mereka patuhi tanpa berdiskusi dengan mereka terlebih dahulu.

Melibatkan anak dalam diskusi akan membuat mereka merasa penting dan dihargai. Mereka juga akan berusaha untuk melanggar aturan yang telah ditetapkan karena mereka juga terlibat dan menyetujuinya.

Biarkan Anak Memilih

Tanya pendapat anak sebelum memutuskan sesuatu. Ini sangat cocok diterapkan untuk anak yang beranjak remaja. Secara psikologis, mereka akan kesal ketika tidak dimintai pendapat mengenai diri mereka.

Alih-alih kamu mengatakan “pembelajaran ini tidak cocok untukmu. Besok ganti”, lebih baik mengatakan “sepertinya pembelajaran ini tidak cocok untukmu. Besok mau diganti saja?” Kedua kalimat tersebut terasa berbeda bukan?

Cara ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan mereka membuat keputusan, berkomitmen, dan bertanggungjawab.

Tips Agar Anak Suka Ikan yang Harus Dicoba Orang Tua

Membuat Anak Menuruti Orang Tua dengan 9 Tips Keren Ini

Dengarkan Apa Kata Anak

Cara menjadi orang tua bijak untuk anak selanjutnya adalah mendengarkan apa yang dikatakan anak. Mereka juga memiliki hak untuk didengar. Jangan menjadi orang tua egois yang menuntut anak mendengar setiap kata-katamu.

Meskipun semua hal yang dia sampaikan adalah hal sepele, bisa jadi sangat berarti untuknya. Karena itu mendengarkannya dengan penuh perhatian akan membuatnya lebih dihargai. Hindari menyela omongannya dengan mengatakan “nanti saja ceritanya setelah membersihkan kamarmu!”

Jangan buat anak berkecil hati karena merusak antusiasmenya. Jangan menganggap dia tidak tahu kalau kamu sedang bersikap kasar. Anak-anak yang dipaksa diam saat ingin menyampaikan kebenaran bukan tidak mungkin akan memilih berbohong.

Beri Contoh

Satu tindakan lebih berpengaruh ketimbang seribu kata. Memberi contoh dengan tindakan nyata dapat membuatnya lebih memahami sesuatu secara lebih baik. Tunjukkan pada anak apa yang selalu kamu minta dari mereka misalnya, menaruh piring kotor ke dalam wastafel, menyikat gigi sebelum tidur, dan merapikan tempat tidur.

Saat anak melihat apa yang kamu lakukan, mereka akan berpikir bahwa hal tersebut merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Memberi contoh tanpa menggurui juga dapat mempererat bonding orang tua dengan anak.

Tegas

Banyak orang tua yang tidak tegas kepada anak karena tidak tega. Sesungguhnya, tegas bukan berarti galak dan suka marah-marah. Tegas berarti konsisten menegakkan peraturan. Jangan plin-plan di hadapan anak karena itu bakal membuat mereka dengan mudah membobol peraturan.

Jika sekali kamu mengatakan anak harus selesai bermain pukul 3 sore dan mandi, itulah yang seharusnya terjadi. Jangan memberi celah untuk melanggarnya dengan dalih apa pun. Disiplin tidak akan terlaksana jika kamu permisif.

Menjadi orang tua memang tidak mudah ya. Karena itu kamu perlu mempelajari cara menjadi orang tua bijak untuk anak. Yakinlah bahwa semuanya belum terlambat.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *