Membuat Anak Menuruti Orang Tua dengan 9 Tips Keren Ini
Kategori: Parenting

Membuat Anak Menuruti Orang Tua – Wajar kalau setiap orang tua menginginkan anaknya menuruti apa yang diperintahkan. Tapi sayangnya tidak semua anak mau melakukannya. Oleh karena itu, ada baiknya mencari cara membuat anak menuruti orang tua.

Mungkin sebelumnya banyak orang tua yang akhirnya mengancam anak agar mau menurut. Tapi meski terkesan efektif, mengancam anak agar menurut tidak baik.

Ancaman hanya akan ampuh sesaat. Selanjutnya, anak akan kembali pada kebiasaan lama yaitu membangkang atau bahkan lebih parah. Saat mendapati “pemberontakan” anak yang lebih parah, terkadang orang tua meningkatkan level ancamannya. Dan hal ini akan terus seperti itu. Lalu bagaimana membuat anak menurut tanpa orang tua harus mengancam? Apa saja ya?

Membuat Anak Menuruti Orang Tua; Best Tips

Buat Kontak Mata

Pastikan agar mata orang tua dan anak bertemu saat orang tua ingin didengar. Yap, in artinya kamu harus mengalah dan mendatangi mereka. Hentikan dulu pekerjaanmu kalau mau membuat mereka mendengar. Tindakan ini bukan cuma membuatmu didengar tapi juga menjalin komunikasi selevel dengan mereka.

Beri Pilihan

Kamu bisa mencoba memberi pilihan untuk anak. Misalnya, “rapikan tempat mainanmu supaya nanti bisa nonton kartun kesukaanmu.” Atau, “kalau dirapikan nanti malah tidak bisa nonton.” Dengan diberi pilihan dia akan tahu apa yang akan terjadi jika memilih masing-masing pilihan.

Beri Batasan

Anak harus diberi batasan yang tegas serta jelas agar dia tidak bingung menentukan sikap. Jika orang tuanya plin-plan jangan salahkan anak ketika bersikap semaunya. Misalnya, “Mama mau pergi ke pasar 30 menit lagi. Kalau kamu ikut, masih sempat siap-siap. Tapi kalau tidak, kamu bisa bermain di rumah.”

Hindari memakai kata sebentar lagi karena cukup membingungkan. Lebih baik gunakan penanda waktu yang jelas.

Terapkan Aturan

Susunlah peraturan yang jelas bersama anak tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di awal. Ini semacam perjanjian orang tua dengan anak. Sampaikan aturan ini berikut dengan konsekuensinya. Kalau begitu, kamu tidak perlu lagi mengancamnya.

Bilang “Boleh” Kalau Memang Boleh

Coba deh ingat-ingat berapa banyak pertanyaan yang diajukan anak setiap hari dan apa jawaban paling banyak yang kamu berikan? “Tidak”, bukan? Cobalah pikirkan lagi sebelum menjawab dan temukan alasan untuk mengatakan “iya”.

Saat dia menginginkan sesuatu yang manis seperti es krim, jangan langsung mengatakan tidak. Gantilah penolakanmu dengan “es krim sepertinya lezat. Kamu boleh kok makan es krim malam Minggu nanti.”

10 Kalimat Ajaib untuk Mengatasi Anak Menangis Tanpa Sebab

Tanamkan Sejak Dini, Cara Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

Jangan Mengomel

Iya, tahu deh kalau anak sedang membangkang, mulut orang tua sudah gatel mau “berpidato” panjang kali lebar. Tapi, omongan yang terlalu banyak akan membuatnya bingung harus melakukan apa. Oleh sebab itu, persingkat saja omelan pada anak.

Dari pada kamu mengomel tidak jelas, lebih baik sampaikan apa yang seharusnya dilakukan anak dan kenapa mereka harus melakukannya. Kadang mereka hanya butuh penjelasan mengapa harus melakukan perintah tersebut. Jika semuanya terdengar masuk akal, dia pasti akan melakukannya dengan senang hati.

Sampaikan Terima Kasih

Alih-alih marah-marah, lebih baik kamu mengucapkan terima kasih pada anak untuk mencegahnya melakukan hal buruk. Misalnya, “terima kasih sudah mau jemur handuk setelah mandi” padahal dia sudah akan meninggalkan handuk itu begitu saja di lantai. Seperti menyuruh dengan cara halus kan? Tapi betul lo banyak berhasilnya.

Pun demikian jika kamu melihat anak sudah mengubah kebiasaan buruk. Jangan ungkit lagi kesalahannya dengan mengatakan “tumben, biasanya tidak begitu.” Mungkin tujuanmu cuma menggoda tapi baginya ini menyakitkan.

Tidak menjelekkan Anak di Depan Teman atau Orang Lain

 Mungkin kamu berharap dia akan jera dan memperbaiki kelakuannya. Tapi cara ini sama sekali tidak dibenarkan. Justru dia akan merasa harga dirinya jatuh di depan orang lain dan membuat dirinya sakit hati. Jangan heran jika nanti dia akan membencimu dan enggan mendengarkan kata-katamu.

Dia akan merasa tidak disayangi dan berpikir untuk apa mendengarkan orang yang tidak menyayanginya. Dia akan menjadikan ini sebagai alasan untuk memberontak. Nah lo?

Tidak Membandingkan Anak

Kamu justru sedang membunuh karakternya jika membanding-bandingkan anak dengan saudara atau temannya. Ingat, setiap anak itu unik. Ada yang mudah diberitahu dan ada yang sulit. Kamu mungkin harus selalu mengingatkannya untuk melakukan hal yang sama setiap hari, tapi membuat anak menuruti orang tua memang butuh proses. Orang tua perlu bersabar.

Bagaimana, setelah menyimak tips membuat anak menuruti orang tua di atas? Makin yakin dan percaya diri dalam mendidik anak bukan? Yuk, jadi orang tua yang mau belajar demi anak-anak tercinta.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *