Mencegah Anak Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Juga Penting!
Kategori: Parenting

Mencegah Anak Menjadi Pelaku Pelecehan – Orang tua mungkin akan fokus untuk melindungi anak menjadi korban pelecehan seksual. Tapi alangkah baiknya jika orang tua juga mempertimbangkan cara mencegah anak menjadi pelaku pelecehan seksual. Tidak ada satu yang lebih penting dibanding yang lain. Melindungi anak dari pelecehan seksual sama pentingnya dengan mencegahnya menjadi pelaku.

Jangan dulu berpikir bahwa darah dagingmu tidak akan melakukan hal yang mengerikan seperti itu. Penyebab anak baik menjadi buruk sangat banyak. Nah, daripada menyesal di kemudian hari lebih baik gunakan waktu yang ada untuk menerapkan nilai-nilai berikut.

Mencegah Anak Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual dengan 7 Tips Ini

Jalin Komunikasi Intens

Tidak peduli seberapa sibuknya kamu dan pasangan, meluangkan waktu untuk mengajak anak ngobrol sangat penting. Buat anak nyaman bercerita sehingga dia menganggap keluarga adalah tempat terbaik. Pahami saat anak ingin bercerita kepada salah satu orang tua secara pribadi. Anak-anak sekali pun memiliki privasi.

Hilangkan kebiasaan mengejek ketika anak terlihat kurang senang. Harga dirinya bisa terluka dan membuatnya semakin jauh dari keluarga. Kalau komunikasi dengan anak kondusif, kamu dan pasangan tidak akan kesulitan menerapkan nilai-nilai luhur termasuk untuk tidak menyakiti orang lain.

Menjadi Role Mode

Kalau kamu ingin anak menghormati perempuan, kamu juga harus memberinya contoh. Apa pun jenis kelamin anak, menghormati perempuan sangat penting diajarkan. Masalahnya, pelecehan seksual yang menimpa perempuan bisa juga dilakukan perempuan.

Kamu bisa menyelipkan pelajaran ini dengan menonjolkan ajakan untuk sayang kepada semua makhluk. Tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang berhak disakiti. Ajaran ini pun perlu kamu terapkan pada diri sendiri agar lebih mudah kamu ajarkan. Jangan asal bicara di depan anak ketika mengomentari orang lain. Utamakan komentar berbau simpati. Ingat, anak tidak akan gagal mencontoh orang tua.

Dampingi Anak

Tidak semua orang tua siap menanggung konsekuensi membesarkan anak. Ini bukan perkara biaya mengasuh anak ya. Tapi lebih dari itu, mendampingi anak. Tanpa pendampingan, orang tua tidak mungkin dapat mengayomi. Darah boleh kental, tapi seberapa akrab orang tua dengan anak sangat menentukan apakah dia akan mendengarkan nasihat atau tidak.

Jadi, jangan langsung menghakimi anak ketika orang tua mendapati dia sama sekali tidak mengindahkan kata-kata atau bahkan melawannya. Dia begitu karena kesepian dan tidak lagi peduli dengan apa pun.

Ajarkan Empati

Sebelum anak remaja, pelajaran ini harus sudah selesai. Lebih mudah mengajarkan ini kepada anak-anak ketimbang mereka yang remaja karena biasanya remaja sudah tidak banyak waktu bersama orang tuanya. Kamu bisa membacakan cerita mengenai membantu orang membutuhkan. Menekankan nilai-nilai yang baik sangat penting.

Ajarkan Nilai Agama

Semua agama pasti mengajarkan kebaikan dan mengutuk pelecehan seksual. Ini pentingnya mengajarkan agama untuk mencegah anak menjadi pelaku pelecehan seksual. Kamu bisa mengatakan bahwa Tuhan menyuruh manusia untuk mengerjakan kebaikan di dunia agar masuk surga.

Kenalkan juga bahwa surga adalah tempat yang paling indah dan hanya orang-orang baik yang bisa berada di sana. Di surga juga dia bisa bertemu kembali dengan orang tuanya.

Kamu bisa memberikan nilai-nilai agama dengan bahasa yang dimengerti anak. Tidak masalah jika dia tidak memahami kata dosa dan pahala. Orang tua bisa menggantinya dengan kata lain yang serupa. Toh, tujuannya sama yaitu mencegah anak melakukan perbuatan buruk.

Pendidikan agama ini bisa kamu ajarkan sendiri di rumah. Jangan lupa juga untuk mengajak pasangan ya. Sejatinya pendidikan anak berada di tangan kedua orang tuanya.

10 Kalimat Ajaib untuk Mengatasi Anak Menangis Tanpa Sebab

Membuat Anak Menuruti Orang Tua dengan 9 Tips Keren Ini

Memberikan Pendidikan Seks

Poin ini sangat penting diajarkan. Seseorang yang mendapatkan pendidikan seks cukup semenjak anak-anak dapat mencegahnya menjadi korban atau pelaku pelecehan seksual. Ketika dia memahami bahwa setiap orang memiliki bagian privat di tubuh, dia tidak akan melanggar dengan menyentuh orang lain atau membiarkan orang lain menyentuhnya.

 Beri pengertian bahwa bagian vital sangat penting. Tidak boleh dilihat apalagi dipegang. Tidak peduli berhadapan dengan siapa, dia tidak boleh memegangnya atau dipegang. Meskipun hanya iseng, memegang bagian tubuh orang lain tidak bisa dibenarkan.

Memberi Pendidikan Moral

Mungkin sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah. Tapi bukan berarti orang tua lepas tangan untuk menanamkan pendidikan moral pada buah hati. Berapa pun usia anak, tidak menjadi soal. Dia akan mengerti sesuai usianya. Karena itu, orang tua harus memberinya pengertian.

Hal yang cukup mudah dilakukan adalah mengandaikan berada dalam posisi orang lain. Kalau dia tahu bahwa disakiti sangat tidak menyenangkan dan membuat sedih, harapannya dia akan berpikir ulang untuk melakukannya.

Seperti anak pada masa depan tergantung seperti apa orang tua mendidiknya. Pendidikan dari sekolah tidak ada apa-apanya tanpa dasar dan penguatan dari rumah. Pendidikan formal dan pendidikan agama merupakan kolaborasi penting untuk mencegah anak menjadi pelaku pelecehan seksual.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *