Mendampingi Anak Sekolah Online Tanpa Gemas dan Lemas
Kategori: Parenting

Mendampingi Anak Sekolah Online – Ingat tidak dengan berita yang memuat demo orang tua yang sudah tidak sanggup mengajar anak di rumah? Bisa dibayangkan ya bagaimana gemasnya mereka mendampingi anak belajar selama pandemi. Sebenarnya, kalau mereka tahu cara mendampingi anak sekolah online yang baik, tidak perlu demo segala.

Memang benar jika tidak semua orang bisa menjadi guru. Tapi, orang tua adalah sosok yang paling memahami anaknya.

Ketika kamu sering emosi saat mendampingi buah hati belajar, coba tengok kembali mana bagian yang tidak benar. Apa saja yang harus dibetulkan sehingga sesi belajar di rumah menjadi ceria dan menyenangkan bagi orang tua dan anak.

5 Tips Mendampingi Anak Sekolah Online

Semuanya Harus Sudah siap

Ketika menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah online, pastikan semuanya sudah siap baik itu orang tua, siswa, dan guru. Kalau semuanya siap, proses belajar mengajar jarak jauh ini lebih mudah serta lancar.

Eh, siap di sini bukan hanya menyangkut fasilitas tapi juga mental. Sebagai contoh, kamu selaku orang tua tahu apa yang akan dihadapi selama proses tersebut berlangsung, termasuk jika waktu belajar lebih lama dari seharusnya.

Dengan demikian, kamu sudah bisa memprediksi dan lebih tenang menghadapi segala kemungkinannya nanti.

Mengenal Gaya Belajar Anak

Berikutnya adalah mengenal seperti apa gaya belajar anak. Sudah pasti setiap anak mempunyai gaya belajar yang tidak sama. Ada anak yang biasa menyimak pelajaran dengan cara menyandarkan kepala di atas meja, ada pula anak yang punya kebiasaan bergerak sambil menyimak ketika guru menerangkan.

Dengan memahami seperti apa kebiasaan anak ketika di kelas, kamu jadi lebih tahu bagaimana pendampinganmu akan berjalan. Jika anak termasuk siswa yang sulit diam ketika diterangkan, kamu tidak perlu memarahinya. Memaksanya menyimak dengan cara baru akan membuatnya stres.

Kalau anak tidak nyaman selama belajar, kamu juga akan merasa frustrasi. Seharusnya, kamu yang harus beradaptasi dengan kebiasaan si kecil agar kegiatan berjalan lancar.

Beda jika sedang menyimak guru via Zoom Meeting atau Google Meet. Tidak masalah jika kamu meminta anak duduk di depan gawai. Walau di rumah, sopan santun anak harus tetap dibentuk sebagai wujud rasa hormatnya pada guru dan temannya.

Nah, ketika mengerjakan tugas biarkan saja anak melakukan dengan gaya yang dia anggap paling nyaman. 

Pahami Kondisi Emosi Anak

Agar kamu bisa mengerti anak, jangan tempatkan dirimu sebagai orang tua tapi sebagai dia. Dengan begitu, lebih mudah memahami emosi anak. Pun termasuk pergolakan batin anak ketika menemui kesulitan.

Mengetahui beban belajar anak dalam sehari itu sangat penting. Periksa berapa mata pelajarannya juga agar kamu paham seberapa bebannya. Dengan demikian, kamu dapat bisa lebih memahami seperti apa emosi anak. Begitu dia sampai pada penghujung mata pelajaran dan menunjukkan rasa bosan atau lelah, kamu bisa maklum.

Pemahaman yang kamu tunjukkan akan membuat anak merasa dimengerti. Untuk perkembangan mentalnya, hal ini sangat penting. Agar anak tidak terus tertekan, kamu bisa menawarkan opsi untuk mengurangi bebannya.

Menjalin Gaya Komunikasi yang Lebih Baik

Mungkin selama ini komunikasimu dengan anak tidak terlalu baik karena berbagai faktor. Tapi anggaplah mendampinginya belajar menjadi momen memperbaiki semua itu. Ciri komunikasi yang baik adalah yang terjalin dari arah. Usahakan mata bertemu mata saat berbicara. Tanyakan dengan bahasa yang baik apa yang ingin kamu ketahui saat mendampingi anak sekolah online.. Jangan ragu menawarkan bantuan ketika ada kesulitan. Tetap apresiasi anak ketika sedang tidak mood belajar.

Dengan komunikasi yang terjalin baik, anak akan lebih merasa nyaman ketika didampingi belajar. Selain itu, anak juga akan merasa lebih senang saat belajar.

Tips Agar Anak Suka Ikan yang Harus Dicoba Orang Tua

4 Cara Memilih Mainan Anak Perempuan Murah dan Asyik

Mengetahui Cara Membantu Anak

Terkadang ada orang tua yang akhirnya mengintervensi kegiatan anak belajar. Hal ini terjadi karena mereka kurang sabar mendampingi anak menyelesaikan tugas. Padahal, mengintervensi dapat menumpulkan kreativitas serta daya juang anak. Kalau kamu ingin membantu, tawarkan terlebih dulu.

Sebagai contoh, “Kalau susah dan butuh bantuan, bilang Mama, ya?” Jadi, beri dulu dia kesempatan anak untuk menyelesaikannya..  

Jangan salah, batasan dalam mengintervensi anak sangat penting lo. Tahan rasa gemas karena melihatnya tidak kunjung menyelesaikan soal mudah. Jangan sekali-kali kamu menggantikannya menjawab.

Ingat, anak akan sulit berkembang dalam hal penyelesaian masalah. Dia pasti tahu kok cara menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Tampaknya saja dia sedang bengong, tapi otaknya sedang berpikir untuk menemukan penyelesaian. Intervensi yang terusmenerus datang akan membuatnya tidak mandiri dan hanya menunggu bantuan orang lain.

Jadi begitu ya, jangan lagi gemas saat mendampingi anak sekolah online. Nanti malah dia malas belajar.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *